Langsung ke konten utama

Makam Salak Dan Cerita Masa Lalu

Oleh : Tibyani Hajj
Kontributor SOROTAN BANTEN

Makam Salak adalah sebuah area pemakaman tua yang berada di Kampung Pakuhaji Desa Tobat Kecamatan Balaraja. Tidak ada yang tahu kenapa tempat pemakaman itu dinamakan Makam Salak , karena tidak terdapat pohon salak di tempat itu. Namun demikian Makam Salak sangatlah ramai di kunjungi para peziarah terutama pada malam Jumat . Bahkan pada Hari Raya Iedul Fitri peziarah akan lebih ramai lagi . Tradisi berziarah ke Makam Salak seperti sebuah keharusan bagi setiap keluarga yang mempunyai leluhur yang dimakamkan di tempat ini . Bagi anak cucu yang sudah tersebar keseluruh penjuru , bahkan walau pun sudah berada diluar pulau Jawapun , pada hari lebaran itu mereka akan mengunjungi makam leluhurnya di Makam Salak ini. Tidak heranlah jika dalam seminggu sehabis hari lebaran
pemakaman ini selalu ramai.




Ada yang unik di pemakaman Makam Salak ini yaitu jika saat saat ramai para peziarah , jalan menuju kearea pemakaman akan berubah menjadi pasar saking  banyaknya pedagang. Berbagai jualan , mulai dari makanan , minuman , mainan anak anak sampai keperluan rumah tangga di jual disini . Para pedagang itu ada yang dari penduduk setempat atau ada juga pedagang dari daerah lain yang sengaja mengontrak tempat untuk berjualan.


MAKAM SALAK SEJAK DULU


Menurut tetua yang bisa dipercaya Makam Salak sudah ramai di kunjungi sejak jaman Belanda , karena selain tempat berziarah Makam Salak juga tempat mengungsi jika ada serangan tentara Belanda di kota kecamatan mengingat tempat ini berupa hutan.
Di ceritakan saat jaman Belanda itu para peziarah akan melakukan ritual ziarah dilakukan mulai dari pagi sampai sore hari dengan di pimpin oleh kuncen . Dzikirnya pun sangat unik karena menggunakan langgam BABELUK yang di lapalkan secara bersama sama dengan nada tinggi. Ada di ceritakan pula selain ada dzikir babeluk diarea sebelah ( sekarang hutan bambu )dulunya adalah tempat
para pejudi sintir dan adu ayam yang diadakan berbarengan dzikir babeluk tersebut . Kini seiring waktu karena kesadaran dan pemahaman agama yang baik , keadaan seperti itu sudak tidak ada lagi.
Ada diceritakan pula para pedagang yang ada dijalan menuju area pemakaman juga sudah ada sejak jaman dahulu , namun waktu itu pedagang berada didalam area pemakaman sehingga sangat mengganggu para peziarah apalagi waktu banyak penjual petasan yang dibakar di sembarang tempat. Hingga suatu saat yaitu pada tahun 1981 dua orang tokoh kampung Pakuhaji saat itu yaitu Kyai Madsuni yang terkenal dengan nama Ki Mastopo dan Kyai Janawi melarang berdagang di dalam area pemakaman. Konon ketika memindahkan pedagang dari dalam area ke luar area pemakaman tersebut mendapat tantangan baik dari pedagang itu sendiri yang sudah bertahun tahun terbiasa berdagang didalam area pemakaman,maupun dari pemilik tanah di sekitar pemakaman itu sendiri karena khawatir pohon pohon yang ada ditanah mereka akan rusak. Namun setelah diberi pemahaman oleh Kyai Janawi dan Ki Mastopo akhirnya mereka mau menerima . Dan terbukti setelah beberapa tahun kemudian banyak orang yang mengontrak ditanah mereka untuk berjualan.


BUYUT BERAN BIN HUSEN BIN HASAN


Buyut Beran bin Hasan bin Husen adalah satu makam yang jadi pusat ziarah di Makam Salak .Tidak ada riwayat yang mengatakan siapa Buyut Beran itu , namun dapat dipastikan Buyut Beran itu bukan manusia sembarangan ( Bukan termasuk para sholihin) mengingat logikanya hanya orang orang pilihan Allah yang mendapat karomah hingga banyak diziarahi.
Selain makam Buyut Beran ada satu lagi makam yang diziarahi para pengunjung yaitu makam Buyut Ronyok yang berada disebelah barat tidak jauh dari makam Buyut Jaer. Konon Buyut Ronyok itu ada berhubungan dengan Syekh Mansyuruddin Cikadueun Pandeglang Banten.

MISTERI BUYUT JAER

Salah satu pusat ziarah di Makam Salak yaitu salah satu makam dengan nisan bertuliskan Buyut Beran Bin Husen , namun dikalangan masyarakat sekitar yang lebih dikenal adalah Buyut Jaer ketimbang Buyut Beran Bin Husen . 
Siapakah Buyut Jaer tersebut ?. Menurut tetua kampung Pakuhaji yang bisa dipercaya . Buyut Jaer adalah putera daripada Buyut Beran . Buyut Jaer sudah menghilang sejak muda karena beliau seorang pengembara yang suka melanglang buana hingga kematiannya tidak diketahui dan keberadaan makamnya menjadi misteri hingga sekarang

Patih Gula Geseng

Seorang kerabar dekat dari Syekh Astari Cakung berziarah ke Pemakaman Makam Salak atas saran  leluhurnya dari trah Banten  dan berpesan agar bila berziarah ke Makam Salak  agar bertawassul ke Patih Gula Geseng . Patih Gula Geseng adalah orang kepercayaan Sultan Hasanudin Banten 


MAKAM SALAK MASA KINI


Keberadaan Makam Salak kini sudah berbeda baik dari segi fisik maupun aturannya. Kepengurusan Makam Salak dipegang oleh suatu panitia yang di ketuai pejabat yang dipilih dengan cara ditunjuk berdasarkan musyawarah . Sejak tahun 2017 ketua dijabat oleh H. Ramdani menggantikan ketua yang terdahulu yaitu Ustadz Hamidi yang sudah menjabat sejak beberapa tahun.
Didalam menjalankan tugasnya ketua tidak boleh melanggar aturan dan keputusan yang di buat para tetua kampung dalam masalah aturan penguburan dan hal hal lain yang berkaitan dengan tanah area makam.


Sejak tahun 2010 area Makam Salak sudah dibuatkan akta wakaf . Acara pewakafan itu adalah dari ahli warits kepada panitia . Surat akta wakaf itu di pegang oleh ketua panitia Kematian yang sekarang dijabat oleh H. Ramdani












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banten Utara Cahaya Yang Terang Benderang

Banten utara adalah daerah yang ada di kitaran pesisir pantai utara yang memanjang dari Cilegon di sebelah barat hingga Kabupaten Tangerang di timur. Banten utara sangat terkenal karena di daerah ini pernah terlahir seorang Ulama yang sangat berpengaruh dan dikenal diseluruh dunia . Ulama itu bernama Syaikhuna Muhammad Nawawi yang kemudian beliau mashur dengan nama Syeh Nawawi Tanara karena beliau di lahirkan di Desa Tanara . Kemasyhuran Syekh Nawawi hingga ke Timur Tengah berkat karangan karangan kitabnya di segala disiplin ilmu hingga beliau di Timur Tengah mendapat gelar Bintang Ulama Hijaz.

Membuat Cuka Apel

Ambilah beberapa buah apel . Pilih yang bagus bagus. Lalu parutlah dengan parutan tangan . Jangan gunakan mesin Blender karena jika menggunakan Blender hasilnya kurang halus . Setelah diparut peraslah menggunakan kain yang tipis seperti kain kasa. Ingat jangan ditambah air selain air perasan buah apel tersebut . Jika sudah mendapatkan air perasan buah apel , lalu masukan kedalam botol kaca lalu tutup rapat rapar. Simpat di tempat hangat , bukan lembab. Biarkan selama enam Minggu untuk proses permentasi . Atau tanam didalam tanah kering selama 40 hari .Selama proses permentasi itu jangan di buka karena dikhawatirkan dapat mengurangi keberhasilan permentasinya . Jika sudah melewati enam Minggu periksalah apakah kelihatan masih mendidih atau tidak . Jika masih terlihat mendidih maka biarkan jangan di buka dulu , tunggu berhenti mendidih . Jika sudah tidak mendidih berarti masa permentasi sudah selesai dan cuka apel sudah jadi dan siap digunakan. Cuka apel dapat di gunakan sebagai obat...