Oleh : Tibyani Hajj
Kontributor SOROTAN BANTEN
pemakaman ini selalu ramai.
Ada yang unik di pemakaman Makam Salak ini yaitu jika saat saat ramai para peziarah , jalan menuju kearea pemakaman akan berubah menjadi pasar saking banyaknya pedagang. Berbagai jualan , mulai dari makanan , minuman , mainan anak anak sampai keperluan rumah tangga di jual disini . Para pedagang itu ada yang dari penduduk setempat atau ada juga pedagang dari daerah lain yang sengaja mengontrak tempat untuk berjualan.
MAKAM SALAK SEJAK DULU
Menurut tetua yang bisa dipercaya Makam Salak sudah ramai di kunjungi sejak jaman Belanda , karena selain tempat berziarah Makam Salak juga tempat mengungsi jika ada serangan tentara Belanda di kota kecamatan mengingat tempat ini berupa hutan.
Di ceritakan saat jaman Belanda itu para peziarah akan melakukan ritual ziarah dilakukan mulai dari pagi sampai sore hari dengan di pimpin oleh kuncen . Dzikirnya pun sangat unik karena menggunakan langgam BABELUK yang di lapalkan secara bersama sama dengan nada tinggi. Ada di ceritakan pula selain ada dzikir babeluk diarea sebelah ( sekarang hutan bambu )dulunya adalah tempat para pejudi sintir dan adu ayam yang diadakan berbarengan dzikir babeluk tersebut . Kini seiring waktu karena kesadaran dan pemahaman agama yang baik , keadaan seperti itu sudak tidak ada lagi.
Ada diceritakan pula para pedagang yang ada dijalan menuju area pemakaman juga sudah ada sejak jaman dahulu , namun waktu itu pedagang berada didalam area pemakaman sehingga sangat mengganggu para peziarah apalagi waktu banyak penjual petasan yang dibakar di sembarang tempat. Hingga suatu saat yaitu pada tahun 1981 dua orang tokoh kampung Pakuhaji saat itu yaitu Kyai Madsuni yang terkenal dengan nama Ki Mastopo dan Kyai Janawi melarang berdagang di dalam area pemakaman. Konon ketika memindahkan pedagang dari dalam area ke luar area pemakaman tersebut mendapat tantangan baik dari pedagang itu sendiri yang sudah bertahun tahun terbiasa berdagang didalam area pemakaman,maupun dari pemilik tanah di sekitar pemakaman itu sendiri karena khawatir pohon pohon yang ada ditanah mereka akan rusak. Namun setelah diberi pemahaman oleh Kyai Janawi dan Ki Mastopo akhirnya mereka mau menerima . Dan terbukti setelah beberapa tahun kemudian banyak orang yang mengontrak ditanah mereka untuk berjualan.
BUYUT BERAN BIN HUSEN BIN HASAN
Buyut Beran bin Hasan bin Husen adalah satu makam yang jadi pusat ziarah di Makam Salak .Tidak ada riwayat yang mengatakan siapa Buyut Beran itu , namun dapat dipastikan Buyut Beran itu bukan manusia sembarangan ( Bukan termasuk para sholihin) mengingat logikanya hanya orang orang pilihan Allah yang mendapat karomah hingga banyak diziarahi.
Selain makam Buyut Beran ada satu lagi makam yang diziarahi para pengunjung yaitu makam Buyut Ronyok yang berada disebelah barat tidak jauh dari makam Buyut Jaer. Konon Buyut Ronyok itu ada berhubungan dengan Syekh Mansyuruddin Cikadueun Pandeglang Banten.
MISTERI BUYUT JAER
Salah satu pusat ziarah di Makam Salak yaitu salah satu makam dengan nisan bertuliskan Buyut Beran Bin Husen , namun dikalangan masyarakat sekitar yang lebih dikenal adalah Buyut Jaer ketimbang Buyut Beran Bin Husen .
Siapakah Buyut Jaer tersebut ?. Menurut tetua kampung Pakuhaji yang bisa dipercaya . Buyut Jaer adalah putera daripada Buyut Beran . Buyut Jaer sudah menghilang sejak muda karena beliau seorang pengembara yang suka melanglang buana hingga kematiannya tidak diketahui dan keberadaan makamnya menjadi misteri hingga sekarang
Patih Gula Geseng
Seorang kerabar dekat dari Syekh Astari Cakung berziarah ke Pemakaman Makam Salak atas saran leluhurnya dari trah Banten dan berpesan agar bila berziarah ke Makam Salak agar bertawassul ke Patih Gula Geseng . Patih Gula Geseng adalah orang kepercayaan Sultan Hasanudin Banten
MAKAM SALAK MASA KINI
Keberadaan Makam Salak kini sudah berbeda baik dari segi fisik maupun aturannya. Kepengurusan Makam Salak dipegang oleh suatu panitia yang di ketuai pejabat yang dipilih dengan cara ditunjuk berdasarkan musyawarah . Sejak tahun 2017 ketua dijabat oleh H. Ramdani menggantikan ketua yang terdahulu yaitu Ustadz Hamidi yang sudah menjabat sejak beberapa tahun.
Didalam menjalankan tugasnya ketua tidak boleh melanggar aturan dan keputusan yang di buat para tetua kampung dalam masalah aturan penguburan dan hal hal lain yang berkaitan dengan tanah area makam.
Sejak tahun 2010 area Makam Salak sudah dibuatkan akta wakaf . Acara pewakafan itu adalah dari ahli warits kepada panitia . Surat akta wakaf itu di pegang oleh ketua panitia Kematian yang sekarang dijabat oleh H. Ramdani

Komentar
Posting Komentar